Senin, 08 Januari 2018

Pengertian dan Contoh Perbandingan Berbalik Nilai



Perbandingan berbalik nilai adalah suatu besaran yang salah satunya bertambah maka yang lainnya berkurang. Contohnya semakin banyak jumlah pekerja maka akan semakin cepat pekerjaan terselesaikan. Dan sebaliknya jika pekerjanya sedikit maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Contoh Soal 1 :
Suatu pekerjaan akan selesai dikerjakan oleh 30 orang selama 20 hari. Agar pekerjaan dapat diselesaikan selama 15 hari, maka berapa banyak pekerja yang diperlukan?

Pembahasan :
30 pekerja (a) = 20 hari (b)
(c) = 15 hari (d)











Jadi pekerja yang diperlukan untuk 15 hari adalah 40 pekerja.

Contoh Soal 2 :
Suatu hari Defa memperkirakan persediaan makanan untuk 20 ekor ayam akan habis dalam 5 hari. Bila hari itu Defa membeli lagi 5 ekor ayam, maka persediaan makanan tersebut akan habis dalam waktu berapa hari?

Pembahasan :
20 ayam (a) = 5 hari (b)
25 ayam (c) = (d)













Jadi persediaan makanan tersebut akan habis dalam waktu 4 hari.

Demikian pengertian dan contoh soal perbandingan berbalik nilai. Semoga bermanfaat. Salam matematika…

Selasa, 02 Januari 2018

Pengertian dan Contoh Perbandingan Senilai



Perbandingan senilai adalah suatu besaran yang salah satunya bertambah maka yang lannyapun kut bertambah. Contohnya jumlah barang yang di beli maka harganyapun ikut bertambah.

Contoh soal 1 :
Harga 1 lusin buku adalah 65.000. jika Defa membeli 3 lusin buku maka berapakah Defa harus membayar?

Pembahasan :
1 lusin (a) = 65.000 (c)
3 lusin (b) = (d)
 







Jadi harga 3 lusin buku adalah 195.000

Contoh soal 2 :
Harga 5 liter bensin adalah 45.000. Apabila Defa membeli bensin dengan uang sejumlah 72.000, maka berapa liter bensin yang dibeli Defa?

Pembahasan :
5 liter (a) = 45.000 (c)
(b) = 72.000 (d)











Jadi dengan uang 72.000 Defa bisa mendapatkan bensin 8 liter.

Demikian pengertian dan contoh soal perbandingan senilai. Semoga bermanfaat. Salam matematika…

Minggu, 31 Desember 2017

Detik-detik Melahirkan





Assalamu’alaikum wr.wb.

Hai bunda-bunda di seluruh dunia. Hai juga para wanita terhebat. Saya disini akan berbagi pengalaman saya melahirkan anak saya yang pertama. Setiap bunda pasti sudah sangat paham bagaimana nikmatnya melahirkan seorang anak titipan yang kuasa kepada kita. Subhanallah banget ya bund.

Waktu itu setelah isha perut kox terasa kenceng banget. Terus melilit-melilit gitu. Tapi gak sering. Sebagai wanita yang baru hamil pasti khawatir. Saya nanya sama temen yang sudah pernah melairkan, katanya sih yang saya rasakan itu tanda-tanda akan melahirkan. Saya panik tapi saya terus berdoa tanpa henti. Orang tuaku juga bilang supaya suami saya siap siaga. Sampai akhirnya saya tertidur dan bangun subuh mulai terasa lagi mules-mules gitu. Tapi saya selalu berusaha tenang. Saya dibawa jalan kaki di depan rumah sambil menghirup napas pelan-pelan. Mules-mulesnya semakin sering. Jalannya semakin susah. Setelah jalan kaki setengah jam kira-kira, saya istirahat dan sarapan. Masih saya tahan mules-mules yang saya rasakan. Saya berusaha nyapu halaman. Dibawa gerak aja lah sambil berdoa. Semakin siang perut ini makin mules makin mules. Jalanny udah sush bangettt. Akirnya suami manggil dukun bayi untuk memeriksa perutku saja. Hahaha dukun bayi, kaya jaman dulu aja ya. Tapi jangan salah dukun bayi sekarang sudah keren loh banyak pendidikan yang di dapat dari pihak kesehatan seperti ikatan bidan atau dokter. Kata dukun bayinnya ini masih lama lairannya. Kalo gak malam ya besok. Jangan buru-buru di bawa ke rumah sakit. Nanti saja kalo udah gak bisa jalan dan udah keluar lendir. 

Akirnya setelah sore hari setelah ashar saya mandi terus ada lender gitu di kemaluanku. Saya langsung nyari suami terus siap-siap bawain barang-barang yang diperluakan untuk bersalin. Langsung deh saya cuuusssss ke rumah sakit bersalin dnegan menggunakan motorrrrrr. Mulut saya gak berhenti berdoa. Dan nyampe di rumah sakit kira-kira jam 17.30 mau magrib. Suami langsung ngurus-ngurus pendaftarannya. Setelah itu saya suruh masuk di ruang bersalin. Saya di periksa dulu kesehatannya sekalian ditanya data dan riwayat saya. Lama banget waktu itu sampe isha. Setelah selesai saya disuruh nunggu tiduran aja karena masih pembukaan 3. Kata si bidannya paling jam 10 melairkan. Tapi perut saya semakin mules semakin mules mules mules nikmattttt bangett udah gak tahan si baby pengen melihat dunia. Saya terus berdoa tak berhenti dengan berusaha menahan yang dirasakan walaupun badan udah kayak cacing kepanasan. Akhirnya bidan siap-siap untuk bertempurrr…

Yang pertama saya rasakan ketuban dipecah sama si bidan terus saya merasa ada bagian di daerah kewanitaan saya di gunting. Aduhhh tapi gak ada rasanya bund. Mungkin pengaruh bius kali ya.
Terus saya disuruh ngejan. Pertama saya ngejan itu ngangkat pantat sama mulut bersuara. Kata di bidan jangan ngangkat pantat dan jangn bersuara. Saya suruh ngejan dengan melihat perut kaya orang sit-up. Dan saya nurut untuk tidak bersuara. Saya udah ngejan 2 kali tapi belum keluar. Ketiga kalinya ngejan lagi belum keluar lagi. Dannn terakhir ngejan ke 4 kali si baby tersayang keluar dan langsung menangis. Ooooeeee oooooeeee ooooeeee. Alhamdulillah ya Allah. Kebahagiaan yang tak terkira bagi seorang bunda.

Saya yakin Allah selalu menolong. Walaupun sejujurnya waktu itu saya sedang kurang fit. Itulah kuasa Allah.
Terimakasih ya Allah. Insyaallah akan ku jaga titipanMu ini dengan penuh kasih saying dan ilmu agama untuk diamalkannya.

Itulah pengalaman saya saat melahirkan anak pertama saya yang saya beri nama Fathonah Kholil Mubarok.
Semoga bagi para wanita di dunia selalu dimudahkan saat persalinannya. Aamiin.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Kamis, 27 Agustus 2015

4) Pengakuan dari Negara Lain

Pengakuan dari negara lain dibagi menjadi 2 yaitu:
1) Pengakuan secara de facto → pengakuan berdasarkan kenyataan yang ada atau fakta yang sungguh-sungguh nyata tentang berdirinya suatu negara.
2) Pengakuan secara de jure → pengakuan berdasarkan pernyataan resmi menurut hukum internasional.

Pengakuan de facto dibagi menjadi 2 yaitu:
1) Pengakuan de facto yang bersifat tetap → pengakuan dari negara lain terhadap suatu negara yang hanya bisa menimbulkan hubungan dibidang perdagangan dan ekonomi.
2) Pengakuan de facto yang bersifat sementara → pengakuan yang diberikan oleh negara lain tanpa melihat perkembangan negara tersebut. Apabila negara tersebut hancur, maka negara lain akan menarik pengakuannya.

Pengakuan de jure dibagi menjadi 2 yaitu:
1) Pengakuan de jure bersifat tetap → pengakuan dari negara lain yang berlaku untuk selamanya karena kenyataan yang menunjukkan adanya pemerintahan yang stabil.
2) Pengakuan de jure bersifat penuh → terjadinya hubungan antar negara yang mengakui dan diakui dalam hubungan dagang, ekonomi dan diplomatik. Negara yang mengakui berhak menempati konsulat atau membuka kedutaan di negara yang diakui.


E. Hakikat Negara

Negara bersifat memaksa : negara mempunyai kekuatan fisik secara legal. Alat untuk itu adalah polisi, tentara dam alat hukum lainnya. Dengan sifatnya yang memaksa, Semua peraturan perundang-undangan yang berlaku diharapkan akan ditaati sehingga keamanan dan ketertiban negara pun tercapai.
Negara bersifat monopoli : negara menetapkan tujuan bersama masyakat, yaitu menentukan mana yang boleh/ baik dan mana yang tidak boleh / tidak baik karena dianggap bertentangan dengan tujuan negara dan masyarakat.
Negara bersifat mencakup semua : segala peraturan perundang-undangan yang berlaku adalah untuk semua orang tanpa kecuali.

Negara ditafsirkan dalam berbagai arti berikut ini :
1) Negara dalam arti penguasa → orang-orang yang melakukan kekuasaan tertinggi atas persekutuan rakyat yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah tertentu.
2) Negara dalam arti persekutuan → suatu bangsa yang hidup dalam suatu saerah, di bawah kekuasaan yang tertinggi menurut kaidah-kaidah hukum yang sama.


F. Asal Mula Terjadinya Suatu Negara

Ada beberapa cara untuk mengetahui asal mula terjadinya suatu negara yaitu :
■ Secara Faktual
■ Secara Teoritis
■ Berdasarkan Proses Pertumbuhan

1) Secara Faktual
Ini adalah cara mengetahui asal mula terjadinya negara berdasarkan fakta nyata yang dapat diketahui melalui sejarah lahirnya negara tersebut.
Terjadinya negara dapat digolongkan ke dalam beberapa istilah : a) Occupatie (Penduduk)
Suatu daerah atau wilayah yang tidak bertuan dna belum dikuasai diduduki dan dikuasai oleh suku atau kelompok tertentu.
b) Cessie ( Penyerahan)
Ini terjadi ketika suatu wilayah diserahkan pada negara lain berdasarkan suatu perjanjian tertentu.
c) Acessie (Penaikan)
Ini terjadi karena terbentuknya suatu wilayah akibat penaikan lumpur sungai atau timbul dari dasar laut (delta). Wilayah tersebut dihuni oleh sekelompok orang sehingga terbentuknya negara.
d) Fusi (Peleburan)
Beberapa negara mengadakan peleburan (fusi) dan membetuk satu negara baru.
e) Proklamasi
Ini terjadi ketika penduduk pribumi dari suatu wilayah yang diduduki oleh bangsa lain mengadakan perjuangan (perlawanan) sehingga berhasil merebut wilayahnya kembali dan menyatakan kemerdekaannya.
f) Innovation (Pembentukan baru)
Munculnya suatu negara baru di atas wilayah suatu negara yang pecah dan lenyap karena suatu hal.
g) Annexatie (Pencaplokan/Penguasaan)
Suatu negara berdiri di suatu wilayah yang dikuasai oleh bangsa lain tanpa reaksi berarti.

2) Secara Teoritis
Ini adalah cara untuk mengetahui asal mula terjadinya negara berdasarkan kajian teoritis.
Kita mengenal beberapa teori terbentuknya negara sebagai berikut:
a) Teori Ketuhanan
Teori yang didasarkan pada kepercayaan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Tuhan. Negara dengan sendirinya juga terjadi atas kehendak Tuhan.
b) Teori Kekuasaan
Negara terbentuk atas dasar kekuasaan, dan kekuasaan adalah ciptaan orang yang paling kuat dan dan berkuasa.
c) Teori Perjanjian Masyarakat (Kontrak Sosial)
Negara terjadi karena ada perjanjian masyarakat. Semua warga negara mengikat diri dalam suatu perjanjian bersama untuk mendirikan suatu organisasi yang bisa melindungi dan menjamin kelangsungan hidup bersama.
d) Teori Hukum Alam
Hukum alam bukan buatan negata, melainkan kekuasaan alam yang berlaku disetiap waktu dan tempat, serta bersifat universal dan tidak berubah.

3) Berdasarkan Proses Pertumbuhan
Ini adalan cara mengetahui tahap-tahap perkembangan negara, mulai dari asal mula terjadinua, proses pertumbuhannya, hingga mencapai bentuk yang kita kenal sekarang.
Berdasarkan cara jni, asal mula terjadinya negara dapat dibedakan menjadi 2 proses yaitu:

a) Secara Primer → terjadinya negara dimulai dari masyarakat hukum yang paling sederhana, kemudian berevolusi ke tingkat yang lebih maju.
Tahap pertumbuhan berikut adalah sebagai berikut:
● Suku/Persekutuan masyarakat (genootschaft)
Kehidupan manusia diawali dengan keluarga, kemudian berkembang menjadi kelompok-kelompok masyarakat hukum (suku). Satu suku berkembang menjadi dua suku, tiga suku, dan seterusnya hingga menjadi besar dan kompleks.
● Kerajaan (riil)
Kepala suku yang semula berkuasa di masyarakat hukumnya mega dalam ekspansi dengan melakukan penaklukkan-penaklukkan ke daerah lain. Hal itu mengakibatkan berubahnya fungsi kepala suku dari primus inter pares menjadi seorang raja dengan cakupan wilayah yang lebih luas dalam bentuk kerajaan.
● Negara Nasional
Semula, negara nasional diperintah oleh raja hang absolut dengan sistem pemerintahan tersentralisasi. Semua rakyat dipaksa mematuhi kehendak dan perintah raja.
● Negara Demokrasi
Adanya kekuasaan raja yang absolut menimbulkan keinginan rakyat untuk memegang pemerintahan sendiri. Artinya, kedaulatan/kekuasaan tertinggi dipegang oleh rakyat. Rakyat berhak memilih pemimpinnya yang dianggap mampu mewujudkan aspirasinya.

b) Secara Sekunder → Teori terjadinya negara secara sekunder beranggapan bahwa negara telah ada sebelumnya. Namun, karena adanya revolusi, intervensi, dam penampilan, timbullah negara yang menimbulkan negara yang telah ada tersebut.


Sabtu, 06 Juni 2015

Pengertian dan Lambang Himpunan

A.  Himpunan
Himpunan adalah sekelompok atau sekumpulan benda atau objek-objek tertentu yang tercakup di dalam suatu kesatuan dan dapat didefinisikan dengan jelas dan tepat.
Contoh:
  • Kumpulan siswa-siswa di kelas yang tinggi badannya lebih dari 160 cm.
  • Kumpulan anak-anak yang usianya di bawah tujuh tahun.
  • Kumpulan binatang berkaki empat.
Contoh-contoh di atas merupakan suatu himpunan karena objeknya tertentu dan jelas.
Sekarang bandingkna dengan contoh-contoh di bawah ini yang bukan termasuk suatu himpunan.
  • Kumpulan siswa-siswa di kelasmu yang berbadan tinggi.
  • Kumpulan siswa-siswa di kelasmu  yang kaya.
  • Kumpulan makanan yang rasanya enak.
Contoh-contoh di atas bukan termasuk suatu himpunan, karena objeknya tidak dapat didefinisikan secara jelas dna tepat. Hal itu karena tinggi, kaya dan enak tidak dapat diukur secara jelas dan tepat.

B.   Lambang (Notasi) Himpunan
Untuk menyatakan suatu himpunan, ditentukan oleh hal-hal berikut:
  1. Nama suatu himpunan harus dituliskan dengan menggunakan huruf besar (huruf kapital). Misalnya: A, B, C, D, E dan seterusnya.
  2. Penulisan anggota-anggota  suatu himpunan harus dibatasi oleh dua kurung kurawal. Bentuk kurung kurawal adalah {   }.
  3. Untuk memisahkan anggota yang satu dan anggota yang lain digunakan tanda koma.
  4. Untuk menuliskan anggota himpunan yang berlanjut, harus digunakan tanda titik sebanyak tiga buah.
Contoh penulisan himpunan yang benar sebagai berikut:
  • A adalah himpunan nama-nama hari dalam seminggu. Dituliskan: A = {senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, minggu}
  • B adalah himpunan bilangan ganjil antara 10 dan 20. Dituliskan: B = {11, 13, 15, 17, 19}
  • C adalah himpunan bilangan genap yang lebih besar dari 10. Dituliskan: C = {12, 14, 16, 18, 20, …}